Langsung ke konten utama

“Meraih Mimpi dengan Niat Suci” - SMA Nahdlatul Wathan Bogor Umumkan Kelulusan Sempurna

“Meraih Mimpi dengan Niat Suci” - SMA Nahdlatul Wathan Bogor Umumkan Kelulusan Sempurna


Bogor, 7 Mei 2024 – Di tengah semilir angin pagi yang membawa harapan baru, SMA Nahdlatul Wathan Bogor mengumumkan sebuah pencapaian yang membanggakan. Seluruh siswa kelas 12, berjumlah 37 orang, telah lulus dengan nilai yang memuaskan, mencatatkan kelulusan 100% yang sempurna.

Dalam pengarahan yang penuh semangat, Kepala Sekolah Bapak Rasimun, S.Ag., M.Pd., menyampaikan pesan yang menggema di hati para siswa, “Jadilah pembelajar seumur hidup. Kejarlah cita-cita dengan niat karena Allah dan bersungguh-sungguhlah. Ingat, jika niat Anda karena Allah, maka isi dunia akan datang mendekatinya.”

Pengumuman ini bukan hanya sekedar formalitas, melainkan simbol dari dedikasi dan tekad yang kuat. Para siswa, dengan mata yang berbinar, menerima pesan tersebut sebagai kompas yang akan menuntun mereka dalam mengarungi samudra kehidupan yang luas.

SMA Nahdlatul Wathan Bogor, dengan bangga, mengucapkan selamat kepada para lulusan. Mereka kini siap untuk melanjutkan perjalanan, membawa bekal ilmu dan nilai-nilai yang telah tertanam, menuju masa depan yang gemilang.

#kelulusan #sma #pesantren#rasimun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merancang Pembelajaran Berbasis Pendekatan Culturally Responsive Teaching

  JURNAL PEMBELAJARAN: AKSI NYATA TOPIK 4 (Merancang Pembelajaran Berbasis Pendekatan Culturally Responsive Teaching) 1. DOKUMEN AKSI NYATA (RPP BERBASIS CRT) MODUL AJAR BAHASA INDONESIA (Berbasis CRT) Topik: Teks Anekdot: Mengidentifikasi dan Menganalisis Makna Tersirat (Kritik Sosial) Komponen : Deskripsi Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Fase / Kelas : E / Kelas 10 Nama Penyusun : Rasimun Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit (1 Pertemuan) A. TUJUAN PEMBELAJARAN (UbD-Oriented) Murid dapat mengidentifikasi makna tersirat (kritik/sindiran) dalam teks anekdot. Murid dapat menganalisis relevansi kritik yang disampaikan dalam anekdot dengan konteks sosial-budaya mereka. B. ASESMEN AWAL (CRT-Focused Assessment) Diagnostik Kesiapan: Pertanyaan singkat tentang perbedaan antara teks lucu (...

Upacara Hari Pramuka di SMA Nahdlatul Wathan Bogor: Refleksi Semangat Kebangsaan dan Kepemimpinan

Upacara Hari Pramuka di SMA Nahdlatul Wathan Bogor: Refleksi Semangat Kebangsaan dan Kepemimpinan Bogor, 14 Agustus 2024 — SMA Nahdlatul Wathan Bogor, yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Bogor, menggelar upacara peringatan Hari Pramuka dengan penuh khidmat. Upacara yang diadakan di halaman sekolah ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf sekolah.  Dalam upacara tersebut, para peserta tidak hanya diajak untuk mengenang sejarah berdirinya Gerakan Pramuka di Indonesia, tetapi juga untuk menanamkan semangat kebangsaan dan kepemimpinan. Kepala Sekolah SMA Nahdlatul Wathan Bogor, Rasimun, S.Ag., M.Pd., mengatakan bahwa tentang pentingnya peran Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman. "Kegiatan Pramuka sangat relevan dengan tantangan era digital saat ini. Pramuka mengajarkan kedisiplinan, kerja sama, dan kepemimpinan, yang semuanya merupakan keterampilan yang dibutuhkan di masa d...

Membesarkan Anak di Era Digital: Strategi Orang Tua Menghadapi Era AI

Membesarkan Anak di Era Digital: Strategi Orang Tua Menghadapi Era AI Penulis : Rasimun,S.Ag.,M.Pd ( Kepala SMA NW Bogor ,PP Nurul Haramain NWDI Bogor) A. Pendahuluan Kehadiran teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara kita mendidik anak-anak. Dalam era yang semakin terkoneksi ini, orang tua dihadapkan pada tantangan baru yang perlu diatasi dengan strategi yang tepat. Bagaimana kita dapat memastikan anak-anak tumbuh dengan baik di tengah dinamika teknologi modern yang begitu cepat berkembang? B. Mengapa Perlu Strategi yang Tepat? Dengan begitu banyaknya informasi yang tersedia secara online dan perangkat digital yang semakin canggih, orang tua perlu memainkan peran yang aktif dalam mengarahkan anak-anak mereka dalam penggunaan teknologi. Tanpa arahan yang benar, ada risiko anak-anak terpapar pada konten yang tidak sesuai, menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar, atau bahkan kehilangan sensitivitas terhadap kehidupan nyata. C. Strategi yang Dapat Dilakuka...